Normal baru karena Covid-19?
Ini yang saat ini ramai sedang menjadi topik pembicaraan saat ini.
Tulisan berikut ini hanya curahan pikiran dari penulis setelah membaca dan menonton berbagai informasi mengenai Covid-19 dan bagaimana Covid-19 ini mengubah kebiasaan masyarakat hampir di seluruh dunia. Mengapa saya menuliskan kata "hampir"? Ya karena tidak semua. Masyarakat yang memang sudah terbiasa dengan gaya hidup yang dianjurkan saat ini tentunya tidak akan ada perubahan.
Beberapa new normal yang akan tejadi adalah :
1. Masyarakat lebih peduli terhadap kesehatannya, sehingga akan menjaga pola makan dan olahraga dengan sangat baik
2. Masyarakat lebih peduli terhadap kebersihannya, sehingga tak akan ada lagi banyak sampah yang berserakan
3. Teknologi akan sangat cepat perkembangannya
4. Sekolah yang padat akan menjadi lebih tenang dan teratur karena kapasitas kelasnya dikurangi sekitar 50% dan tidak ada lagi target kurikulum yang ada adalah target keahlian
5. Masyarakat lebih banyak menghabiskan waktunya di rumah
6. Masyarakat lebih peduli dengan keadaan sekitarnya. Akan lebih ringan tangan dalam memberikan bantuan.
7. Tak ada lagi perkumpulan, karena untuk berkumpul bisa menggunakan gadget dan dilakukan dari tempat masing - masing. Efek baiknya apa? Tak ada lagi gosip atau cerita-cerita yang tidak perlu.
Apakah itu benar-benar new normal?
Menurut saya itu bukan new normal... tapi kembali ke normal yang memang seharusnya. Why?
1. Pola makan sebelum ada covid-19 itu berasaskan lapar, enak, dan menarik. Betapa banyak junkfood dan minuman-minuman dingin yang dijual dan dikonsumsi masyarakat. Mereka sadar bahwa makanan dan minuman-minuman tersebut tidak baik bagi kesehatan. Tapi mereka tetap memakannya dan meminumnya karena menarik dan enak. Bahkan beberapa ada yang karena agar terlihat eksis.
2. Di jalan sering kita menjumpai orang membuang sampah yang ukurannya kecil, misalnya bungkus permen atau tisu bekas. Bisa dibayangkan jika di jalan yang sama ada 10 orang saja yang melakukannya, apa yang terlihat? Belum lagi kebiasaan makan menggunakan tangan tanpa mencuci tangan terlebih dahulu. Padahal tangan sudah menyentuh dan memegang banyak hal.
3. Waktu terus berjalan, begitu pula dengan ilmu pengetahuan. Jadi ini merupakan hal yang sangat mungkin terjadi
4. Bukankah tidak sedikit guru dan praktisi pendidikan yang menyarankan bahwa sebaiknya seorang guru mengajar 15-20 siswa dalam 1 kelas??? Faktanya sebelum covid-19 seorang guru mengajar hingga 30 siswa dalam satu ruangan
5. Kembali kepada keluarganya... itulah yang diinginkan para orang tua yang anak-anaknya sudah bekerja, atau yang diinginkan oleh anak-anak bagi yang orang tuanya sibuk bekerja. Pendidikan dimulai dari rumah
6. Sebelum covid-19 banyak orang yang bahkan tidak tahu kabar orang yang tinggal di belakang rumahnya. Karena "aku adalah aku, dan kamu adalah kamu". Secara manusiawi orang itu sebenarnya saling perduli. Dan saat inilah saat yang tepat untuk bergerak.
7. .... (bantu saya ya tuliskan apakah ini new normal atau bukan... dan alasannya)
Jadi, this is a new normal or not?
assalamu'alaikum Pejuang insyaAlloh tak akan pernah gentar menghadapi apapun selama Alloh swt ada di hati segala sesuatu yang terdapat dalam blog ini hanyalah ungkapan hati dan pikiran,serta sedikit hal bermanfaat bagi pembaca semoga dapat bermanfaat bagi pembaca sekalian amiin...
Bismillah...
welcome to qamie's world
Wednesday, May 20, 2020
Thursday, March 26, 2020
Terima Kasih Corona
Terima kasih corona...
Kau muncul di akhir tahun 2019 dan skrg sudah memasuki bulan ketiga sejak kemunculanmu. Hingga saat ini kami masih berupaya untuk menemukan vaksin serta obat untuk mengatasimu. Setiap orang panik saat mendengar jika kau berada di dekat kami.
Hingga saat ini yang bisa kami lakukan hanyalah mengupayakan agar kau tidak semakin berkeliaran dengan melaksanakan physical distancing, yaitu sebisa mungkin menjaga jarak dengan orang lain.
Ya , menjaga jarak dengan orang lain.
Sebelum kau muncul, kami bagaikan tak ada jarak. Hampir setiap kali kami meluangkan waktu untuk hanya sekedar berkumpul dan ngobrol santai. Bahkan ada yang mereka bekerja selama seminggu tetapi hasil kerjanya habis hanya dalam waktu beberapa jam saja. Ya, tidak lain dan tidak bukan adalah untuk berkumpul atau nongkrong - nongkrong tanpa tujuan.
Sebelum kau muncul, hampir setiap orang yang bekerja itu orientasinya bukan lagi pada kebutuhan pokok. Akan tetapi bagaimana bisa bergaya. Mobil dan rumah satu pun tak cukup bagi mereka. Sehingga mereka menghalalkan segala cara untuk memenuhi kepuasan hatinya pada harta.
Sebelum kau muncul, mereka yang hidup berlebih memilih untuk menghabiskan uangnya di Mall atau makan di restoran mahal. Padahal di balik tembok rumahnya ada keluarga yang sedang merintih kelaparan, di depan halamannya ada orang yang mengais sampah agar bisa makan di hari itu. Atau bahkan sisa makanan di tempat sampah pun mereka makan karena bingung hendak makan apa lagi... Jika tidak, maka mereka yang miskin bisa mati karena kelaparan.
Sebelum kau muncul, masjid sepi dan hanya beberapa jamaah yang hadir didalamnya karena mereka sudah terlalu lelah dengan urusan duniawi sehingga lupa untuk menyiapkan bekal di akhirat. Pulang kampung menjadi sebuah tradisi dan banyak orang yang memanfaatkannya untuk mendapatkan keuntungan berlebihan. Dan ketika sudah sampai dikampung yang diceritakan adalah rasa bangga karena sudah berhasil di tanah perantauan...Bukan rasa syukur karena sudah berbagi manfaat dengan banyak orang.
Kini, kau muncul corona... mengajarkan kami untuk physical distance
Kini kami harus benar - benar menjaga jarak. Berbicara dan ngobrol hanya sekedarnya dan sesuai dengan tujuan serta bermanfaat. Bisa jadi, setelah ini tak ada lagi ghibah, tak ada lagi gosip, tak ada lagi hasut. Aamiin aamiin aamiin. Yang ada hanyalah setiap lisan yang sibuk berdzikir dan berdoa kepada Rabbnya.
Kini orang yang pergi keluar rumah adalah mereka yang benar - benar memang harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan pokoknya. Yang mereka pikirkan adalah bagaimana hari itu mereka bisa makan. Sehingga insyaAlloh orang akan lebih mencari rejeki yang halal dan jelas.
Kini tak ada lagi pasangan - pasangan yang belum halal terlihat jalan berduaan di jalan atau makan bersama di restaurant. Ibu kembali pada tugas pokoknya yaitu mengurus rumah tangga dan rumah menjadi hangat karena sering dijadikan tempat berkumpul keluarga. Orang kini lebih peduli dan lebih ringan untuk bersedekah. Tak ada lagi orang yang mati karena kelaparan di jalanan.
Kini masjid semakin sepi tapi tahukah kau corona? Kini masjid itu pindah ke setiap rumah. Rumah dijadikan tempat ibadah untuk berjamaah dalam keluargany. Rumah dijadikan tempat untuk menuntut ilmu. Waktu orang tua lebih banyak diberikan untuk mendidik anak - anaknya di rumah. Dan mereka yang pergi merantau tak bisa pulang dan tak bisa menceritakan rasa bangga akan kesuksesannya. Dan seketika muncul perasaan ingin bekerja di kampung halaman walaupun gaji hanya untuk makan.
Ya terima kasih corona... Karena mu kini kami tahu hidup yang lebih baik...
Tugasmu kini sudah selesai, kembalilah ke tempat asalmu
Semoga Alloh swt segera menghilangkan mu dari bumi tercinta, sehingga kami bisa kembali meramaikan masjid dan kami bisa beribadah lagi di Tanah Suci Masjidil Haram
Dari kami yang merindukan suara adzan yang saling bersautan, dan kami yang ingin pergi Umroh dan Haji
Kau muncul di akhir tahun 2019 dan skrg sudah memasuki bulan ketiga sejak kemunculanmu. Hingga saat ini kami masih berupaya untuk menemukan vaksin serta obat untuk mengatasimu. Setiap orang panik saat mendengar jika kau berada di dekat kami.
Hingga saat ini yang bisa kami lakukan hanyalah mengupayakan agar kau tidak semakin berkeliaran dengan melaksanakan physical distancing, yaitu sebisa mungkin menjaga jarak dengan orang lain.
Ya , menjaga jarak dengan orang lain.
Sebelum kau muncul, kami bagaikan tak ada jarak. Hampir setiap kali kami meluangkan waktu untuk hanya sekedar berkumpul dan ngobrol santai. Bahkan ada yang mereka bekerja selama seminggu tetapi hasil kerjanya habis hanya dalam waktu beberapa jam saja. Ya, tidak lain dan tidak bukan adalah untuk berkumpul atau nongkrong - nongkrong tanpa tujuan.
Sebelum kau muncul, hampir setiap orang yang bekerja itu orientasinya bukan lagi pada kebutuhan pokok. Akan tetapi bagaimana bisa bergaya. Mobil dan rumah satu pun tak cukup bagi mereka. Sehingga mereka menghalalkan segala cara untuk memenuhi kepuasan hatinya pada harta.
Sebelum kau muncul, mereka yang hidup berlebih memilih untuk menghabiskan uangnya di Mall atau makan di restoran mahal. Padahal di balik tembok rumahnya ada keluarga yang sedang merintih kelaparan, di depan halamannya ada orang yang mengais sampah agar bisa makan di hari itu. Atau bahkan sisa makanan di tempat sampah pun mereka makan karena bingung hendak makan apa lagi... Jika tidak, maka mereka yang miskin bisa mati karena kelaparan.
Sebelum kau muncul, masjid sepi dan hanya beberapa jamaah yang hadir didalamnya karena mereka sudah terlalu lelah dengan urusan duniawi sehingga lupa untuk menyiapkan bekal di akhirat. Pulang kampung menjadi sebuah tradisi dan banyak orang yang memanfaatkannya untuk mendapatkan keuntungan berlebihan. Dan ketika sudah sampai dikampung yang diceritakan adalah rasa bangga karena sudah berhasil di tanah perantauan...Bukan rasa syukur karena sudah berbagi manfaat dengan banyak orang.
Kini, kau muncul corona... mengajarkan kami untuk physical distance
Kini kami harus benar - benar menjaga jarak. Berbicara dan ngobrol hanya sekedarnya dan sesuai dengan tujuan serta bermanfaat. Bisa jadi, setelah ini tak ada lagi ghibah, tak ada lagi gosip, tak ada lagi hasut. Aamiin aamiin aamiin. Yang ada hanyalah setiap lisan yang sibuk berdzikir dan berdoa kepada Rabbnya.
Kini orang yang pergi keluar rumah adalah mereka yang benar - benar memang harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan pokoknya. Yang mereka pikirkan adalah bagaimana hari itu mereka bisa makan. Sehingga insyaAlloh orang akan lebih mencari rejeki yang halal dan jelas.
Kini tak ada lagi pasangan - pasangan yang belum halal terlihat jalan berduaan di jalan atau makan bersama di restaurant. Ibu kembali pada tugas pokoknya yaitu mengurus rumah tangga dan rumah menjadi hangat karena sering dijadikan tempat berkumpul keluarga. Orang kini lebih peduli dan lebih ringan untuk bersedekah. Tak ada lagi orang yang mati karena kelaparan di jalanan.
Kini masjid semakin sepi tapi tahukah kau corona? Kini masjid itu pindah ke setiap rumah. Rumah dijadikan tempat ibadah untuk berjamaah dalam keluargany. Rumah dijadikan tempat untuk menuntut ilmu. Waktu orang tua lebih banyak diberikan untuk mendidik anak - anaknya di rumah. Dan mereka yang pergi merantau tak bisa pulang dan tak bisa menceritakan rasa bangga akan kesuksesannya. Dan seketika muncul perasaan ingin bekerja di kampung halaman walaupun gaji hanya untuk makan.
Ya terima kasih corona... Karena mu kini kami tahu hidup yang lebih baik...
Tugasmu kini sudah selesai, kembalilah ke tempat asalmu
Semoga Alloh swt segera menghilangkan mu dari bumi tercinta, sehingga kami bisa kembali meramaikan masjid dan kami bisa beribadah lagi di Tanah Suci Masjidil Haram
Dari kami yang merindukan suara adzan yang saling bersautan, dan kami yang ingin pergi Umroh dan Haji
Sunday, May 26, 2019
The Reaseon Why I'm used Bukalapak
Selalu ada alasan dari setiap hal yang dilakukan. Kali ini saya akan sedikit sharing mengenai pengalaman pertama kali saya menggunakan aplikasi Bukalapak.
Pada tahun 2012, saat sedang menentukan topik untuk menyelesaikan tugas akhir. Saat itu saya menemui 2 dosen favorit saya untuk berdiskusi mengenai topik untuk tugas akhir saya. Sampai akhirnya saya memutuskan untuk mengambil topik yang sama sekali belum pernah saya pelajari. Kemudian beliau memberikan informasi mengenai beberapa judul buku yang bisa saya jadikan referensi untuk menulis tugas akhir saya. Kemudia saya mencari buku tersebut di perpustakaan, toko buku, dan teman - teman saya yang jurusannya sama dengan saya. Alhasil saya tak menemukannya. Kemudian saya mencoba untuk mencari buku tersebut di internet. Dan akhirnya ketemu. Ya, buku tersebut ada di situs Bukalapak. Saat itu saya pesan 2 buku. Saya ikuti langkah dan prosedurnya. Sampai tiba waktunya, ternyata buku yang sampai hanya 1 judul saja. Sedangkan 1 buku lainnya tidak terkirimkan. Saya pikir, ya sudahlah... Nominalnya juga tidak terlalu besar saat itu...
Sampai akhirnya, tahun 2019 saya berkeinginan jualan. Saya instal aplikasi Bukalapak di HP saya. Dan saya pun terkejut... Ada Saldo di BukaDompet saya. Dan saya ingat - ingat. Ternyata nominalnya sama dengan harga buku yang saat itu saya pesan tapi tidak dikirimkan. 7 tahun sudah uang saya ada di Bukalapak
:-D... krn nominalnya yang tidak besar, jadi saya gunakan untuk program serba 12rb yang selalu meleset
:-D . . . Dan sampai sekarang, toko saya di Bukalapak, belum pecah telur
:-D
Jadi, karena tugas akhir kuliah saya lah saya jadi kenal Bukalapak
:-)
Next :
- The reason why i'm using Gojek
- The reason why i'm using Gojek
Tuesday, February 5, 2013
Belajar Sabar
Entah mengapa hari ini itu menjadi hari yang sesuatu sekali di bagian hidup saya. Pagi hari harus dihadapkan dengan ketukan pintu kamar mandi di saat saya baru setengah perjalanan di dalamnya. Selepas itu entah mengapa pagi hari ketika mau berangkat ada saja keganjilan yang terjadi. Ketika telah sampai keganjilan dan ketidaknyaman itu pun berlanjut. Dan yang bisa saya lakukan hanya lah terdiam tak berkata sepatah kata atau mengeluh. Dan sekarang berlanjut lagi, di saat seharusnya saya bertugas tapi tak ada yang bisa saya lakukan. Dan lagi-lagi saya hanya bisa terdiam dan memendam rasa ini. Astaghfirulloh...tau gitu mending saya di kos aja ^^ bisa istirahat untuk menenangkan pikiran saya daripada saya di sini dan penat saya bertambah. lagi2, Astaghfirulloh...maafkan hamba-Mu ini ya Alloh yang hanya bisa mengeluh dan mengeluh tanpa bisa menemukan sisi baik yang sebenarnya Engkau tunjukkan pada hamba.
Semoga dengan sejarah yang telah dilewati kali ini bisa menjadikan saya lebih dewasa....Aamiin...
Semoga dengan sejarah yang telah dilewati kali ini bisa menjadikan saya lebih dewasa....Aamiin...
Thursday, January 31, 2013
lagi...
hampir saja air mata ini jatuh karena hal-hal yang kurang penting
terkadang kita dihadapkan pada situasi yang tidak kita inginkan
orang hanya melihat sekilas dari apa yang kita lakukan
pernahkah mereka berpikir seandainya mereka berada pada posisi kita?
beruntung saja mereka belum/tak pernah mengalami hal yang telah atau sedang kita alami saat ini...
ya Alloh sulitnya untuk bisa ikhlas menghadapi ini semua
memang benar, orang itu hanya berani ketika berada di belakang orang yang sedang di bicarakannya
hari ini aku banyak belajar kalian, ternyata memang sangat sulit menemukan orang yang bisa dipercayai
temanku berkata, jika orang lain tak bisa mengerti kita maka cobalah kita yang mengerti orang tersebut
bicara memang mudah, namun untuk prakteknya sulit
kau banyak berkata tentang ini itu, tapi apalah arti kata tanpa tindakan
apa yang telah kau lakukan itu membuat aku semakin mengerti seperti apa dirimu
Duhai Sang Maha Pembolak-balik Hati, tolong jaga hati ini
tunjukkan jalan-Mu yang benar untuk hamba menghadapi ini semua
terkadang kita dihadapkan pada situasi yang tidak kita inginkan
orang hanya melihat sekilas dari apa yang kita lakukan
pernahkah mereka berpikir seandainya mereka berada pada posisi kita?
beruntung saja mereka belum/tak pernah mengalami hal yang telah atau sedang kita alami saat ini...
ya Alloh sulitnya untuk bisa ikhlas menghadapi ini semua
memang benar, orang itu hanya berani ketika berada di belakang orang yang sedang di bicarakannya
hari ini aku banyak belajar kalian, ternyata memang sangat sulit menemukan orang yang bisa dipercayai
temanku berkata, jika orang lain tak bisa mengerti kita maka cobalah kita yang mengerti orang tersebut
bicara memang mudah, namun untuk prakteknya sulit
kau banyak berkata tentang ini itu, tapi apalah arti kata tanpa tindakan
apa yang telah kau lakukan itu membuat aku semakin mengerti seperti apa dirimu
Duhai Sang Maha Pembolak-balik Hati, tolong jaga hati ini
tunjukkan jalan-Mu yang benar untuk hamba menghadapi ini semua
Subscribe to:
Posts (Atom)